
Menurut IQNA, mengutip Al Jazeera, pada hari Minggu, 4 Mei, seniman Palestina melukis mural yang penuh simbolisme dan perlawanan di dermaga Pelabuhan Gaza, menghadap laut yang telah lama menyaksikan pengepungan dan penderitaan, sebagai bentuk solidaritas dengan armada Samood dan sebagai kecaman terhadap serangan Israel terhadap armada tersebut di laut.
Karya seni ini lebih dari sekadar cat di dinding dan seruan dari sekelompok seniman visual yang mengubah kuas mereka menjadi alat perlawanan, mengekspresikan penentangan mereka yang berkelanjutan terhadap blokade yang diberlakukan di Jalur Gaza dan keyakinan mereka pada kekuatan solidaritas internasional untuk mematahkan isolasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Mural tersebut menampilkan bendera berbagai negara, termasuk Turki, di samping pemandangan kapal-kapal angkatan laut besar yang berlayar di perairan internasional.
Perlu disebutkan bahwa armada Samood, yang memulai misinya dengan nama "Spring 2026" dari pulau Sisilia, Italia, diserang oleh tentara Israel di perairan internasional dekat pulau Kreta.
345 aktivis perdamaian dari 39 negara berpartisipasi dalam misi ini. Laporan menunjukkan bahwa pasukan Israel menyita 21 kapal, sementara sejumlah kapal lainnya berhasil mencapai perairan pesisir Yunani.