IQNA

15:05 - January 09, 2017
Berita ID: 3470930
MESIR (IQNA) – Dr. Abbas Shuman, wakil Al-Azhar menganggap tidak benar klaim sebagian orang yang mendasarkan sanjungan Dr. Ahmed al-Tayeb, Syaikh al-Azhar akan ajaran Buddha dalam konferensi terakhir Kairo.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Arakan, akhir-akhir pekan lalu konferensi diselenggarakan dengan tujuan menghentikan genosida minoritas muslim Rohingya, atas prakarsa dewan para pemimpin muslim di kota Kairo.

Dalam konferensi yang dihadiri oleh para delegasi pelbagai agama, Islam, Kristen, dan Buddha, Dr. Ahmed al-Tayeb, yang mengemban kepemimpinan dewan tersebut berpidato dan meminta seluruh kelompok dan etnis Myanmar agar mengenyampingkan rasa dendam dan kebencian dan beupaya untuk mereasilasikan prinsip kewarganegaraan penuh dan musyawarah dengan mengenyampingkan agama, ras dan bangsa.

Syaikh al-Azhar di sebagian ucapannya mengupas tentang kriteria sosok Siddhartha Gautama Buddha, pendiri ajaran Buddha, yang menurut sebagian orang dianggap sebagai sanjungan Dr. Ahmed al-Tayeb terhadap ajaran Buddha.

Dalam hal ini, Dr. Abbas Shuman, wakil al-Azhar di permulaan penjelasannya mengumumkan, tafsir ucapan historis Syaikh al-Azhar tentang Buddha keluar dari jalurnya dan sebagian menganggap seolah-olah Dr. Ahmed al-Tayeb telah menyanjung ajaran Buddha.

Ia menambahkan, Dr. Ahmed al-Tayeb dalam ucapannya hanya menuturkan kriteria dan sifat-sifat pendiri ajaran Buddha dan menyanjung, dan ini bukan berarti menyanjung ideologi dan keyakinan-keyakinan para penganut ajaran Buddha.

Dr. Abbas Shuman berkata: Begitu juga apa yang dikatakan oleh Syaikh al-Azhar bahwa Buddha adalah agama yang paralel dengan agama Islam, ini adalah hal yang tidak benar.

Perlu diketahui, periode pertama dialong antara para delegasi pelbagai agama Myanmar diselenggarakan 3 – 4 Januari, di Kairo, atas prakarsa dewan para pemimpin muslim dan dengan tujuan merealisasikan perdamaian di negara Asia Tenggara ini.

Pertemuan ini diselenggarakan dengan moto menuju dialog kemanusiaan beradab demi warga Myanmar dan termasuk poros dari pertemuan tersebut adalah mengkaji solusi-solusi koeksistensi bersama, mendapat pengetahuan tentang sebab perselisihan di Myanmar dan upaya untuk mengetengahkan solusi fundamental untuk mengakhirinya serta melembagakan pokok-pokok kewarganegaraan dan koeksistensi bersama antar para warga.

http://iqna.ir/fa/news/3560711

Kunci-kunci: Mesir ، Abbas Shuman ، Dr.Ahmad al-Tayeb ، Buddha
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\