wawancara iqna - Halaman 6

IQNA

Kunci-kunci
Wawancara IQNA dengan Pendeta Lebanon:
TEHERAN (IQNA) - Pendeta Wissam Abu Nasser, ketua akademi dunia ulama Maryam di Lebanon, mengatakan: “Ada kepercayaan yang sama dengan Raj’ah Isa (as) di akhir zaman dengan Kristen tentang kembalinya al-Masih, Perjanjian Baru menyatakan dengan sangat menekankan bahwa sosok al-Masih akan kembali ke dunia dan menyelamatkan semua orang yang percaya kepadanya.”
Berita ID: 3474913    Tanggal penerbitan : 2020/12/30

Wawancara IQNA dengan Asisten Profesor New York:
TEHERAN (IQNA) - Phillips Stevens Jr., asisten profesor di Universitas Buffalo di New York mengatakan: “Meskipun banyak gerakan populis di Eropa saat ini telah dihasut oleh Trump, kekalahannya dalam pemilihan presiden tidak akan berarti akhir dari populisme.”
Berita ID: 3474854    Tanggal penerbitan : 2020/12/10

Wawancara IQNA dengan Wakil Gerakan Ahdullah:
TEHERAN (IQNA) - Analis politik Irak mengatakan: “Tidak diragukan lagi, Amerika Serikat dan rezim Zionis terlibat dalam pembunuhan Syahid Mohsen Fakhrizadeh. Demikian juga, melakukan kejahatan terhadap ilmuwan nuklir ini menunjukkan ketidakmampuan Israel dan Amerika Serikat untuk menghadapi Iran secara militer, sehingga mereka hanya berusaha untuk menghalangi dan mengekang kemampuan Iran di kawasan melalui sarana teror.”
Berita ID: 3474843    Tanggal penerbitan : 2020/12/07

Wawancara IQNA dengan Profesor Tokyo:
TEHERAN (IQNA) - Yasuyuki Matsunaga, seorang profesor di Universitas Tokyo, mengatakan jika kekuatan asing terlibat dalam pembunuhan seorang ilmuwan Iran, seperti yang diduga secara luas, kejahatan tersebut tidak hanya merupakan pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional, tetapi juga merupakan contoh perlakuan berbahaya dengan konsekuensi-konsekuensi yang tidak diketahui, dan menunjukkan reaksi dan mengecam serangan terhadap warga sipil di negara lain akan menjadi wajib.
Berita ID: 3474833    Tanggal penerbitan : 2020/12/03

Pembela HAM Bahrain saat Wawancara dengan IQNA:
TEHERAN (IQNA) - Ebtesam Al-Sayegh menganggap jejaring sosial dalam konteks dunia maya sebagai peluang yang baik untuk menyebarkan prinsip-prinsip asli Islam dan menghindari ekstremisme, dan berkata: “Di ruang ini, kita menghadapi sikap anti-Islam, jadi kita harus bekerja lebih keras untuk memperkuat persatuan Islam.”
Berita ID: 3474751    Tanggal penerbitan : 2020/11/05

Wawancara IQNA dengan Profesor Universitas Cornell:
TEHERAN (IQNA) - Orang Afrika-Amerika adalah minoritas Demokrat yang paling penting, dengan jumlah pemilih yang lebih tinggi dalam pemilihan presiden AS (mendukung Demokrat) dibandingkan tahun 2016; dalam persaingan ketat, mereka bisa menawarkan kemenangan untuk Biden dalam pemilu.
Berita ID: 3474680    Tanggal penerbitan : 2020/10/13

Wawancara IQNA dengan Profesor Universitas Vancouve:
TEHERAN (IQNA) - Dr. Robert Anderson, seorang pakar Myanmar menyatakan, Orang-orang memiliki interpretasi sederhana tentang situasi minoritas Rohingya. Itulah sebabnya ketika mereka mendengar kompleksitas yang melekat padanya; Mereka kaget karena akar penindasan masyarakat Rakhine, minoritas Muslim Rohingya, bahkan lebih dalam dan lebih tua dari Myanmar sebagai negara merdeka di bawah kendali militer sejak 1948.
Berita ID: 3474635    Tanggal penerbitan : 2020/09/29

Duta Besar Palestina untuk Teheran dalam Sebuah Wawancara dengan IQNA:
TEHERAN (IQNA) - Mengacu pada dukungan Imam Khomeini untuk masalah Palestina, duta besar Palestina untuk Teheran mengatakan: "Imam adalah seorang mistikus, yang hidup sederhana, dan slogan historisnya dalam mendukung Quds dan Palestina adalah 'Hari Ini Iran, Esok Palestina.'
Berita ID: 3474239    Tanggal penerbitan : 2020/05/22

Wawancara IQNA dengan Darul Quran Makam Huseini:
TEHERAN (IQNA) - Syaikh Hassan al-Mansouri, direktur Darul Quran Makam Huseini dengan menjelaskan mengapa kampanye Hari Alquran Sedunia diluncurkan di Irak dan tujuannya, mengatakan: “Kampanye ini bertujuan untuk menghidupkan kembali hubungan antara Muslim dan Alquran dan supaya mendorong mereka untuk menggunakan ilmu dan pengetahuan Alquran serta tadabur dalam kalam wahyu Ilahi.”
Berita ID: 3474184    Tanggal penerbitan : 2020/05/03

Wawancara IQNA dengan Dosen Universitas di Indonesia:
TEHERAN (IQNA) - Dina Y Sulaeman, seorang dosen hubungan internasional Indonesia, menyebut propaganda palsu terhadap minoritas Muslim India dan kebencian oleh partai yang berkuasa negara ini sebagai alat untuk meraih suara umat Hindu ekstremis dan memprovokasi massa terhadap Muslim untuk mengkonsolidasikan kekuatan politik dan mengatakan, kebijakan-kebijakan ini sepenuhnya bertentangan dengan semangat demokrasi dalam konstitusi India.
Berita ID: 3474133    Tanggal penerbitan : 2020/04/15

Wawancara IQNA dengan Pakar Filsafat Islam Indonesia:
TEHERAN (IQNA) - Dr. Khalid al-Walid adalah seorang pemikir dan peneliti Muslim di Indonesia yang percaya bahwa Islam dapat menjawab kesenjangan spiritual dan psikologisnya, mengingat keadaan dunia saat ini, di mana manusia mengalami krisis spiritual yang parah, tetapi ajaran Ahlulbait (as), yang merupakan mazhab sistematis, memiliki jawaban terbaik untuk dahaga spiritual manusia kontemporer.
Berita ID: 3474126    Tanggal penerbitan : 2020/04/14

Wawancara IQNA dengan Imam Jamaah Masjid Delhi:
TEHERAN (IQNA) - Imam jamaah masjid Al-Mustafa di Delhi dengan menjelaskan bahwa umat Islam dan Hindu di India sebelumnya selalu bersama dan berinteraksi satu sama lain, mengatakan: Hari ini tidak ada konflik antara Muslim dan Hindu di India, tetapi sebuah kelompok yang berusaha menciptakan ruang yang tegang untuk kepentingan pemerintah.
Berita ID: 3474001    Tanggal penerbitan : 2020/03/06

Wawancara IQNA dengan Juri Yordania:
TEHERAN (IQNA) - Juri terkemuka Yordania, Samih Ahmad Khalid Uthaminah dalam memperingati almarhum Syaikh Khalid Barakat, Syaikh Qurra dari Lebanon, menegaskan: Dia adalah salah satu yang terbaik dalam mentilawah Alquran dan meninggalkan karya abadinya.
Berita ID: 3473985    Tanggal penerbitan : 2020/03/02

Mufasir Palestina Saat Wawancara dengan IQNA:
IRAN (IQNA) - Syaikh Muhammad Nimar Zaghmout menekankan perlunya pembentukan sebuah organisasi internasional untuk memantau tafsir-tafsir Alquran dengan kehadiran pakar dan para mufasir Syiah dan Sunni. Pendirian organisasi semacam ini adalah hal yang urgen dan penting untuk melawan ideologi dan gerakan-gerakan takfiri, yang memublikasikan tafsiran keliru sebagian ayat, pemikiran sesat dan menyimpang.
Berita ID: 3473722    Tanggal penerbitan : 2019/12/15

Wawancara IQNA:
NIGERIA (IQNA) - Putri Syaikh Zakzaky, Suhaila Zakzaky, dengan mengisyaratkan sejumlah kesulitan yang menghadapi pembebasan ayahnya, telah menekankan perlunya lebih banyak tekanan internasional pada pemerintah Nigeria untuk membebaskan pemimpin Gerakan Islam Syiah negara ini.
Berita ID: 3473704    Tanggal penerbitan : 2019/12/11

Wawancara;
PAKISTAN (IQNA) - Mengacu pada ketidakefisienan Organisasi Kerjasama Islam dalam isu-isu seperti krisis Kashmir, masalah Palestina dan Muslim Myanmar, ketua Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan menyebut organisasi tersebut sebagai lembaga yang tidak efektif dan sebuah permainan oleh beberapa penguasa dan menekankan perlunya mendirikan organisasi yang aktif dan berpengaruh di bidang ini.
Berita ID: 3473633    Tanggal penerbitan : 2019/11/27

Wawancara IQNA dengan Anggota Wakaf Ja’fari Kuwait:
KUWAIT (IQNA) - Abdul Hadi Abdul Hamid al-Salih, dengan mengisyaratkan bahwa kebodohan dan ketidaktahuan adalah akar dari banyak masalah di dunia Muslim, mengatakan: “Taqrib (pendekatan) antar mazhab-mazhab Islam tidak berarti satu mazhab mengalahkan mazhab lainnya.”
Berita ID: 3473624    Tanggal penerbitan : 2019/11/25

Wawancara IQNA dengan Atase Kebudayaanan Iran di Manila:
FILIPINA (IQNA) - Atase kebudayaan Iran di Filipina, merujuk pada penyelesaian masjid Imam Ridho (as) dan Imam Khomeini (ra) di negara itu dengan dukungan negara Iran, mengatakan: “Ini adalah hadiah dari Republik Islam Iran kepada komunitas Syiah di wilayah tersebut dan rampung dalam lima bulan.”
Berita ID: 3473531    Tanggal penerbitan : 2019/10/20

Wawancara IQNA dengan Pemenang Arbain International Award:
IRAN (IQNA) - Seyed Mohammad Hossein Hosseini dari Quetta Pakistan, seperti Syiah lainnya di dunia, memiliki kecintaan khusus kepada Imam Husein (as), dan telah melakukan perjalanan sebanyak tiga kali dalam perjalanan Arbain, dan memiliki kenangan yang tak terlupakan tentang perjalanan spiritual tersebut.
Berita ID: 3473497    Tanggal penerbitan : 2019/10/07

Wawancara IQNA dengan Analisis Masalah Kawasan:
IRAN (IQNA) - Hassan Beheshtipour, seorang analis untuk urusan politik dan regional, mengatakan bahwa tujuan pemerintah Trump adalah untuk mengubah sistem Republik Islam dengan meningkatkan tekanan dan sanksi. “Masalah yang paling berpengaruh adalah suasana psikologis yang muncul pasca penerbitan semua jenis berita-berita negatif dan penyorotan berita-berita ini.”
Berita ID: 3473093    Tanggal penerbitan : 2019/05/05